BAHASA INDONESIA

Minggu, 30 September 2012

SKRIPSI BIMBINGAN KONSELING



BAB 1
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Pendukung utama bagi terciptanya tujuan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya adlah pendidikan yang bermutu, dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Pendidikan yang bermutu dalam penylenggaraannya harus didukung oleh peningkatan profesionalisme guru dan sistem manajemen tenaga kependidikan dan layanan bimbingan di sekolah. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa “ Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab”. Sebagai bagian dari sistem pendidikan, kegiatan bimbingan dan konseling (BK) memiliki fungsi dan peran khususnya dalam menyiapkan peserta didik agar memahami diri, mengenal lingkungannya, dan merencanakan masa depan.
Proses pengambilan keputusan untuk merencanakan masa depan, siswa dituntut untuk lebih aktif dan kreatif guna menempatkan diri sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Kemampunan yang dimaksud tidak hanya menyangkut aspek akademis, tetapi juga menyangkut aspek perkembangan pribadi, social, kematangan intelektual dan sistem nilai peserta didik. Berkaitan dengan perkembangan tersebut, tampak bahwa pendidikan yang bermutu di Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah pendidikan yang menghantarkan peserta bimbingan siswa (SMP) pada pencapaian standar akademis yang diharapkan dalam kondisi perkembangan diri yang sehat dan optimal. Para peserta bimbingan di SMP sebagian besar adalah remaja awal yang memiliki karakteristik ingin tahu, kebutuhan yang semakin meningkat dan tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhinya, sehingga mempunyai cara penyelesaian yang berbeda-beda.
Setiap individu memiliki kebiasaan belajar yang berbeda-beda sehingga rentan terhadap pengaruh-pengaruh yang bisa menimbulkan kurang mengenal kemampuan yang dimiliki oleh siswa, yang berjuang pada kebiasaan belajar yang kurang tepat. Disamping itu, kurangnya kegiatan bimbingan yang dilakukan di SMP Negeri 6 Palu menyebabkan siswa tidak mengetahui dan memahami betapa pentingnya bimbingan dan konseling di sekolah yang disebabkan kurangnya tenaga pembimbing yang diangkat di sekolah-sekolah Khususnya di SMP Negeri 6 Palu yang tidak memiliki guru pembimbing, maka pihak sekolah mengambil inisiatif mengangkat guru yang tidak memiliki disiplin ilmu khusus seperti bimbingan dan konseling (BK) sebagai guru pembimbing di sekolah. Kebijakan pihak sekolah tersebut berpengaruh nyata dalam implementasi pemberian bimbingan terhadap siswa-siswa di sekolah seperti kurangnya pemahaman diri, pengetahuan diri, kebiasaan belajar yang baik dan efektif, kebiasaan belajar siswa sehingga pemberian bimbinga cenderung tepat sasaran yang berpengaruh terhadap perubahan kebiasaan belajar siswa.                     

LANJUTKAN
          Kecenderungan yang nampak di SMP Negeri 6 Palu bahwa ada siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang baik dan ada pula siswa yang belum mengetahui kebiasaan belajar yang baik. Hal ini disebabkan karena siswa tidak mengetahui pentingnya informasi cara bekajar yang efektif tentang kebiasaan belajar. Banyak guru pada umumnya memberi tips untuk siswa bagaimana cara belajar yang baik. Namun untuk menanamkan dan mengembangkan belajar sebagai kebiasaan yang baik sangatlah sulit. Guru tidak biasa selalu memaksa siswa untuk menjadikan belajar sebagai kebiasaan yang harus mereka lakukan sehari-hari. Apalagi bila siswa sudah ada di rumah mereka. Untuk menanamkan kebiasaan belajar yang baik perlu adanya diskusi antara guru dan siswa. Tentu saja diskusi ini untuk menyelesaikan tiap langkah yang harus dilakukan untuk menyelesaika suatu tugas sekolah agar siswa terpancing untuk selalu kritis dan mengemukakan pendapatnya, dengan sendirinya  semangat belajar akan terbentuk. Oleh karena itu, perlu adanya informasi cara belajar efektif yang berisi tentang kebiasaan belajar.
          Berdasarkan hal tersebut, penulis akan mengadakan penelitian eksperimen tentang efektifitas informasi cara belajar efektif dalam meningkatkan kebiasaan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 6 Palu.




B.  Rumusan Masalah
          Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana kebiasaan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 6 Palu sebelum dan sesudah diberikan informasi cara belajar efektif ?
2. Bagaimana kebiasaan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 6 Palu dapat ditingkatkan melalui pemberian informasi cara belajar efektif ?


JIKA ANDA BERMINAT HUB: 082340404292

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar